Laporan Pembuatan Media Pertumbuhan Bakteri dan Jamur
PEMBUATAN MEDIA PERTUMBUHAN
NAMA : RINI CHORI’AH
NPM : F0I020098
TINGKAT : 1(SATU) B
NAMA DOSEN : SUCI RAHMAWATI, M.FARM, APT
PRODI D3 FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM
UNIVERSITAS BENGKULU
TAHUN AKADEMIK 2020/2021
BAB 1
A. TUJUAN
1. Memahami alat-alat yang digunakan dalam praktikum sterilisasi dan pembuatan medium pertumbuhan bakteri.
2. Memahami pembuatan media dan larutan pengencer
3. Memahami cara sterilisasi terhadap alat, media dan larutan pengencer.
BAB II
A. LANDASAN TEORI
Sterilisasi
Sterilisasi dalam pengertian medis merupakan suatu proses dengan menggunakan metode tertentu dengan tujuan dapat memberikan hasil akhir dimana tidak ditemukan lagi adanya mikroorganisme hidup ( Darmadi, 2008).
Sterilisasi dapat dikombinasikan dengan pengemasan hemetis pada bahan pangan, hemetis adalah pengemasan sangat rapat sehingga tidak dapat ditembus mikroorganisme, air atau udara (Purnawijayanti, 2001).
Sterilisasi suatu produk bertujuan untuk mendapatkan suatu produk yang steril setelah melalui suatu proses sterilisasi dan diharapkan tidak mengalami perubahan kualitas. Oleh karena itu, diperlukan pemilihan secara sterilisasi yang tepat sehingga dihasilkan suatu produk yang steril dengan kualitas yang baik (Darwis dkk., 2009).
Sterilisasi dapat dilakukan baik dengan cara fisik maupun kimia. Metodefisik didasarkan pada tindakan pemanasan (proses autoclaving, sterilisasi ternalkering atau sterilisasi ternal basah), iradiasi (irradiasi-ƴ), atau pada pemisahan secara mekanis melalui filtrasi. Cara kimia mencakup sterilisasi gas dengan etilenoksida atau gas lainnya dan menyampurkan agens pensteril (misalnyaglutalardehid) pada larutan desinfektan (Pruss dkk, 2002).
· Medium
Media berdasarkan sifat terbagi menjadi 3 yaitu media padat, media semi padat semi cair, media cair. Media berdasarkan susunannya terdiri atas media sintesis, semi sintesis, dan media non sintesis. Berdasarkan tujuan yaitu media selektif atau penghambat dan media diperkaya. Jenis Media yang sering digunakan, yaitu Nutrient Agar, Nutrient Broth (NB), PDA (Potato Dextrose Agar), Salmonella Shigella (SS) Agar, Eosin Methylene Blue Agar(EMBA).
Nutrient Broth (NB) adalah medium yang berbentuk cair dengan bahan dasar adalah ekstrak beef dan peptone. Perbedaan konsentris antara Nutrient Agar dengan Nutrient Broth yaitu nutrient agar berbentuk padat dan Nutrient Broth berbentuk cair. PDA adalah medium umum pertumbuhan yang digunakan dalam mikrobiologi, yang terbuat dari kentang (Potato infusion) dan dekstrosa. Berdasarkan komposisinya PDA termasuk dalam media semi sintetik karena tersusun atas bahan alami (kentang) dan bahan sintesis (dextrose dan agar). Berdasarkan kegunaanya media NA (Nutrient Agar) termasuk kedalam jenis media umum, karena media ini merupakan media yang paling umum digunakan untuk pertumbuhan sebagian besar bakteri. Bedasarkan bentuknya media ini berbentuk padat, karena mengandung agar sebagai bahan pemadatnya. Media padat biasanya digunakan untuk mengamati penampilan atau morfologi koloni bakteri (Munandar, 2016:84).
Media pertumbuhan mikroorganisme adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat makanan atau nutrisi yang diperlukan oleh mikroorganisme untuk pertumbuhannya. Mikroorganisme memanfaatkan nutrisi di dalam media berupa molekul-molekul kecil yang dirakit untuk menyusun komponen sel. Dengan media, pertumbuhan dapat dilakukan dengan isolasi mikroorganisme menjadi kultur murni dan juga memanipulasi komposisi media pertumbuhannya. Bahan dasar adalah air (H2O) sebagai pelarut dari agar-agar (rumput laut) dimana agar-agar tersebut berfungsi sebagai pemadat media (Suhardi, 2008).
Media biakan yang mampu mendukung optimalisasi pertumbuhan milroorganisme harus dapat memenuhi persyaratan nutrisi bagi mikroorganisme. unsur tersebut berupa garam organik, sumber energy (karbon), vitamin dan zat pengatur tumbuh (ZPT). Selain itu dapat pula ditambahkan komponen lain seperti senyawa organik dan senyawa kompleks lainnya (Suardana dkk, 2014).
BAB III
C. ALAT DAN BAHAN ALAT :
ALAT :
1.
Erlemeyer
2.
Timbangan digital
3.
Alumunium foil
4.
Kertas tabel
5.
Perkamen
6.
Spatel
BAHAN :
1.
Nutrient Agar (
NA)
2.
Potato Dekstrose
Agar ( PDA )
BAB IV
D. PROSEDUR PERCOBAAN
LANGKAH KERJA
1. 1. Cara pembuatan media NA
- - Masukkan aquades sebanyak 200 ml ke dalam erlemyer
-
Setarakan Timbangan,
dan masukkan NA sebanyak 4 gram
-
Lalu masukkan NA kedalam erlemeyer yang
berisi aquades tadi.
-
Dan jangan lupa erlemeyer yang sudah di
isi tadi di tutup dengan alumunium foil.
-
Lalu hidupkan Hot Plate.
-
Letakkan media di atas hot plate.
-
Sambil di goyang-goyang supaya Agar tadi
tidak menggumpal di bagian bawah erlemeyer.
-
Setelah di panaskan selama 10-15 menit
atau sampai mendidih lalu angkat dan dinginkan.
- Setelah dingin masukkan kedalam kulkas ( Pengawetan ).
2. Cara pembuatan media PDA
- Masukkan kembali aquades ke dalam erlemeyer sebanyak 200 ml.
- Lalu timbang PDA sebanyak 7,8 gram.
-
Dan masukkan kembali PDA ke dalam
erlemeyer yang berisi Aquades.
-
Dan jangan lupa erlemeyer yang sudah di
isi tadi di tutup dengan alumunium foil.
-
Lalu hidupkan Hot Plate.
-
Letakkan media di atas hot plate.
- Sambil di goyang-goyang supaya Agar tadi
tidak menggumpal di bagian bawah erlemeyer.
-
Setelah di panaskan selama 10-15 menit
atau sampai mendidih lalu angkat dan dinginkan.
- Setelah dingin masukkan kedalam kulkas ( Pengawetan ).
BAB IV
E. HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL
PEMBUATAN MEDIA
|
MEDIA NA |
MEDIA PDA |
|
|
|
PEMBAHASAN
Dari
praktikum yang telah dilaksanakan dihasilkan bahwasannya pembuatan media NA
digunakan untuk pertumbuhan bakteri dan PDA merupakan media untuk pertumbuhan
jamur telah berhasil dilaksanakan. Pada pembuatan NA digunakan maggy, dextrose
dan agar yang dimasukkan secara bergantian hingga larut. Pada awalnya aquades
berwarna putih ini berubah warna di campur sehingga menjadi berwarna kekuninan sepertikaldu. Fungsi dari pemberian
dextrose dan maggy berfungsi sebagai nutrisari bagi bakteri yang akan
dikulturkan sehingga bakteri akan melakukan pertumbuhannya dengan memanfaatkan
substrat makanannya dari dextrose dan maggy tersebut sedangkan penambahan agar
berfungsi untuk mengentalkan media. Begitupun juga untuk pembuatan media PDA
yang digunakan adalah ekstrak kentang yang mengandung banyak karbohidrat
sehingga dapat dimanfaatkan sebagai substrat makanan bagi jamur.
Sedangkan untuk sterilisasi alat dan bahan dilakukan dengan menggunakan autoclave. Prinsip dari sterilisasi ini dengan menyimpan tekanan sebesar 1 atm dengan suhu 121°C selama 25 menit. Selama waktu tersebut dengan adanya sterilisasi diharapkan semua bakteri yang ada pada media maupun alat yang telah dibersihkan akan menjadi lebih steril dan tidak akan terkontaminasi dengan bakteri dan jamur, sehingga dapat digunakan media dan alat ini dapat digunakan sebagai media inokulasi bakteri jamur.
BAB V
F. KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
Dari praktikum yang telah
dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
1. 1. NA merupakan media buatan yang dapat
digunakan untuk menumbuhkan bakteri yang terdiri dari bahan maggy, dextrose dan
agar.
2. 2. PDA merupakan media buatan yang umum
digunakan untuk menumbuhkan bakteri yang terdiri dari ekstrak kentang, dextrose
dan agar yang dilarutkan dalam air panas.
3. 3. Sterilisasi dilakukan dengan menggunakan autoclave dengan prinsip kerja menahan tekanan sebesar 1 atm dengan 121°C dan dipertahankan selama 25 menit. Fungsi dari sterilisasi ini adalah untuk mencegah adanya kontaminasi bakteri maupun jamur terhadap alat dan bahan media.
SARAN
Cahyonugroho. 2012. Pengaruh Intensitas Sinar Ultraviolet Dan Pengadukan Terhadap Reduksi Jumlah Bakteri E.coli. Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Volume 2 No. 1 : 18.
Baradero, M., Dayrit, M.W., dan Siswadi, Y. 2009. Prinsip dan Praktik Keperawatan Perioperatif. Buku Kedokteran EGC. Jakarta.
Darmadi. 2008. Infeksi Nosokomial Problematika dan Pengendaliannya. Salemba Medika, Jakarta.
Irianto, K. 2006. Mikrobiologi Jilid 1 . Yrama Widya: Bandung.
Khaeruni, A dan V. N. Satrah. 2014. Penuntun Praktukum Mikrobiologi Dasar . Fakultas Pertanian UHO: Kendari.
Label, J. 2008. Mikrobiologi: Pembuatan Medium. Erlangga: Jakarta.
Sandra. 2013. Mikrobiologi
Umum. Erlangga: Jakarta.
Komentar
Posting Komentar